Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific
Banjar  

Karang Taruna Neglasari Audiensi dengan Wali Kota Banjar Mutasi Kepala Puskesmas

Karang Taruna Neglasari Audiensi dengan Wali Kota Banjar Mutasi Kepala Puskesmas

Revisi UU Pemilu
Skintific

Koran Banjar– Suasana hangat namun penuh keseriusan mewarnai audiensi antara Karang Taruna Desa Neglasari dengan Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Sudarsono. Pertemuan yang digelar usai insiden penolakan penggunaan mobil ambulans oleh Puskesmas Banjar 2 ini menjadi ajang penyampaian aspirasi masyarakat.

Dalam forum tersebut, Ketua Karang Taruna Gita Muda Neglasari, Erwin Saleh Swandana, memimpin jalannya penyampaian tuntutan warga yang hadir bersama tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan perangkat Desa Neglasari. Erwin menyebutkan bahwa ada tiga poin penting yang menjadi fokus utama dalam audiensi.

Skintific

Latar Belakang Insiden

Insiden bermula ketika warga Desa Neglasari yang tengah membutuhkan layanan darurat kesehatan ditolak menggunakan ambulans Puskesmas Banjar 2. Pihak puskesmas beralasan bahwa peminjaman ambulans harus sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP). Kejadian ini kemudian memicu kekecewaan masyarakat, terutama karena menyangkut pelayanan kesehatan yang dianggap vital.

“Audiensi hari ini alhamdulillah bisa langsung diterima oleh Bapak Wali Kota. Kami membawa suara warga Neglasari agar persoalan ini tidak terulang lagi,” ujar Erwin.

Tiga Poin Tuntutan Karang Taruna Neglasari

Dalam kesempatan tersebut, Karang Taruna menyampaikan tiga tuntutan utama:

  1. Permohonan Maaf Resmi dari Kepala Puskesmas Banjar 2
    Warga merasa perlakuan yang terjadi telah menyinggung perasaan masyarakat. Karena itu, mereka meminta permohonan maaf secara terbuka dari Kepala Puskesmas Banjar 2. Meski permintaan maaf telah dilakukan, namun belum di hadapan seluruh warga Neglasari.

  2. Peningkatan Pelayanan Kesehatan
    Karang Taruna menekankan perlunya perbaikan mutu pelayanan, bukan hanya di Desa Neglasari tetapi juga di seluruh wilayah Kota Banjar. Menurut mereka, pelayanan kesehatan harus berlandaskan empati, cepat, dan tepat, apalagi dalam kondisi darurat.

  3. Mutasi Kepala Puskesmas Banjar 2
    Sebagai bentuk pertanggungjawaban, warga mendesak pemerintah agar melakukan mutasi jabatan Kepala Puskesmas Banjar 2.

Sengketa Lahan Muktisari Memanas: ALARM Audiensi dengan Wali Kota Banjar - Insiden 24

Baca Juga: Rapat DPRD Banjar Dinamis Status PPG Prajabatan Jadi Perdebatan Panas

“Tuntutan pertama memang sudah dilakukan, tetapi masih perlu komunikasi lebih lanjut apakah masyarakat menerimanya atau tidak. Sedangkan tuntutan kedua dan ketiga, Wali Kota menyatakan akan menindaklanjuti,” kata Erwin.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wali Kota Banjar Sudarsono menyatakan menerima dengan baik masukan dari warga Desa Neglasari. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menutup mata terhadap keluhan masyarakat.

“Alhamdulillah warga Neglasari bertemu dengan saya, menyampaikan aspirasi dengan baik. Soal mutasi Kepala Puskesmas Banjar 2, itu sudah dalam proses di BKPSDM,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sudarsono menyebutkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti aspek teknis pelayanan ambulans. Kini, ambulans akan selalu dijaga oleh sopir yang bertugas penuh waktu sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan ketika membutuhkan layanan darurat.

Skintific