Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Lahan Sawah Baku di Kota Banjar Jadi Produktif Ditanam Bibit Jagung

Skintific

Banjar – Kota Banjar, Jawa Barat, terus berbenah dalam mengoptimalkan sektor pertaniannya. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah mengubah fungsi lahan sawah baku menjadi lahan produktif dengan menanam bibit jagung. Lahan sawah baku yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara maksimal kini mulai diolah dan ditanami jagung sebagai komoditas alternatif. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian dan pendapatan petani.

Pemerintah Kota Banjar terlebih dahulu melakukan kajian kesesuaian lahan dan potensi hasil jagung di wilayah tersebut.

Skintific

Selain itu, jagung merupakan komoditas yang memiliki permintaan tinggi di pasar lokal maupun nasional. Hal ini membuka peluang ekonomi baru bagi para petani Banjar.

Ketahanan Pangan, Polres Banjar Bersama Petani Tanam Jagung di Lahan Baku Sawah - Cakrawala

Baca Juga : Seminggu Pasca Surat Edaran Wali Kota Banjar, ASN Mulai Belanja di Pasar Tradisional

Petani yang semula hanya mengandalkan satu musim tanam padi kini memiliki alternatif kegiatan bertani yang lebih beragam. Ini memberi dampak positif terhadap kestabilan ekonomi rumah tangga mereka.

Dinas Pertanian Kota Banjar mengalokasikan bibit jagung unggul kepada para petani yang berminat mengembangkan tanaman ini. Bantuan juga mencakup pupuk dan pelatihan teknis budidaya jagung.

Dalam pelaksanaan program ini, pemerintah juga melibatkan kelompok tani dan koperasi agar pelaksanaan di lapangan lebih efektif dan terkoordinasi.

Salah satu kelompok tani yang berhasil adalah Kelompok Tani Mekar Jaya di Kecamatan Pataruman. Mereka berhasil mengolah lahan sawah tadah hujan menjadi ladang jagung yang produktif.

Hasil panen pertama menunjukkan hasil menggembirakan. Dari satu hektare lahan, petani mampu menghasilkan lebih dari 7 ton jagung kering pipil.

Ini menjadi bukti nyata bahwa pengembangan jagung di lahan sawah baku dapat menjadi solusi pertanian berkelanjutan di Kota Banjar.

Ia juga menyebutkan bahwa program ini membuka peluang lapangan kerja baru, terutama di sektor pertanian dan pengolahan hasil jagung.

Tidak hanya petani, warga sekitar juga merasakan dampak positif dari kegiatan ini, mulai dari permintaan tenaga kerja hingga peluang usaha kuliner berbasis jagung.

Tak hanya itu, sejumlah pihak swasta juga mulai tertarik bekerja sama, terutama perusahaan pakan ternak yang membutuhkan pasokan jagung dalam jumlah besar.

Skintific